Pengertian Laston

Pada saat kita melintasi jalan raya, kita pernah melihat atau mengamati jalan yang kita lewati. Apa yang kita amati tersebut kita sebut sebagai aspal. Aspal dapat diartikan sebagai bahan hidro-karbon yang mudah melekat, berwarna hitam agak kecoklatan, tahan terhadap guyuran air, dan bersifat elastisitas.  Aspal sering juga disebut sebagai bitumen.

Apa itu bitumen? Bitumen dapat diartikan sebagai bahan pengikat pada campuran beraspal yang dimanfaatkan sebagai pelapis pengeras kelenturan. Aspal juga berfungsi sebagai bahan perekat antar agregat sehingga membentuk beton aspal. Beton aspal ini digunakan sebagai struktur utama perkerasan jalan  supaya fleksibel dan lentur.

Dalam artikel ini, penulis akan fokus pada pengertian lapis aspal beton. Selain akan menjelaskan pengertian lapis aspal beton, penulis juga akan mengulas secara singkat jenis-jenis lapisan aspal yang digunakan dalam pengaspalan Jakarta.

Perkerasan jalan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam pembuatan jalan raya. Perkerasan jalan pada umumnya menggunakan bahan-bahan campuran beraspal sebagai lapisan permukaan. Di samping menggunakan bahan beraspal, perkerasan juga menggunakan bahan berbutir baik kasar maupun halus sebagai lapisan di bawahnya.

Ada berbagai jenis lapis permukaan yang dapat digunakan dalam proses perkerasan jalan meliputi Lapis Aspal Beton (LASTON), Lapis Penetrasi Makdani (LAPEN), Lapis Asbuton Campuran Dingin (LASBUTAG), Hot Rolled Asphalt (HRA), dan masih banyak lagi. Dari berbagai jenis lapis yang ada tersebut, penulis akan fokus pada Lapis Aspal Beton (LASTON).

Apa yang dimaksud dengan LASTON?

Ada beberapa jenis lapis permukaan yang biasa digunakan dalam pembuatan jalan raya. Salah satu jenis lapis permukaan yang sering digunakan ialah LASTON. LASTON merupakan bahan pelapis dalam konstruksi pengerasan jalan yang tersusun dari beberapa komponen seperti agregat kasar, agregat halus, filler, dan aspal keras yang dicampur dan dipadatkan dalam kondisi panas dan suhu tertentu. Selanjutnya, aspal sebagai bahan pengikat dicampur secara merata pada suhu tertentu pula.

Laston dapat dibagi menjadi tiga jenis sebagai berikut.

  1.  AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course). Laston jenis ini berfungsi sebagai lapisan penahan aus. Gempuran air hujan dan padatnya lalu lintas dapat berpotensi mempercepat aus jalan raya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, tenaga pembuat jalan raya wajib menggunakan lapis permukaan jenis ini.
  2. AC-BC (Asphalt Concrete Binder Course). Jenis lapis permukaan ini berguna untuk mengikat berbagai bahan yang sudah diaplikasikan. Dengan demikian, bahan ada menjadi kokoh.

AC-Base (Asphalt Concrete Base). AC-Base biasa digunakan sebagai lapisan pondasi dalam pembuatan jalan raya. Semakin baik fondasi yang dibuat, akan semakin baik pula hasil pengerjaan yang didapat.

Share